Pengertian Ilmu Kalam, Sejarah Awal Kemunculan dan Dasar Qur'aninya.

Ilmu Kalam


ilmu kalam

Sudah ada yang belajar ilmu kalam? Biasanya ilmu kalam itu diajarkan ketika kalian mulai dari madrasah aliyah kelas x, nanti akan dibahas lebih lanjut sampai kelas xii. Namun sayangnya pengalaman saya sendiri ilmu kalam yang diajarkan oleh guru itu tidak masuk ke otak pelajarannya, penjelasannya kurang jelas, karena yang dijelaskan itu tidak tertata. Kan biasanya kalo suatu pelajaran itu dimulai dari pengenalan dulu dan terus semakin berkembang penjelasannya. Pelajaran Ilmu kalam itu tidak akan pernah terlepas dari aliran kalam. Seperti Aliran Mu'tazilahAliran Murji'ahAliran Jabariyah dan QodariyahAliran Khawarij.

Ruang lingkup ilmu kalam yang saya ketahui itu:
  • Macam-macam alirannya
  • Tokohnya
  • Sejarahnya
  • Doktrin-doktrinnya
  • Dalil-dalilnya

Biar lebih jelas, akan sedikit saya jelaskan mengenai mata kuliah/pelajaran ilmu kalam mulai dari pengertian ilmu kalam, awal kemunculan dan dasar qur'aninya
.

Pengertian Ilmu Kalam 


Ilmu kalam adalah displin ilmu yang membahas tentang keTuhanan, baik dari dzat-dzat Tuhan maupun sifat-sifat Tuhan dengan menggunakan rasional atau akal manusia yang berdasarkan kepada Al-qur'an dan hadits.

Menurut Al-farabi mengenai ilmu kalam, beliau berpendapat bahwa:

"Ilmu kalam adalah disiplin ilmu yang membahas tentang dzat dan sifat-sifat Allah serta eksitensi semua yang mukmin, mulai yang berkenaan dengan masalah dunia sampai masalah sesudah mati yang berlandaskan doktrin islam. Stressing yang akhirnya memproduksi ilmu ketuhanan secara filosifis..."

Sejarah awal kemunculan ilmu kalam


Sebenarnya untuk masalah sejarah awal kemunculannya itu ada berbagai versi, namanya juga 'sejarah' pasti pada sejawaran memiliki pendapatnya masing-masing, karena itu biasanya setiap masalah sejarah awal kemunculan itu berbeda berda.

Yang saya tahu, dan yang pernah saya rangkum dari penjelas bapak Prof. Dr. H. Abdul Rozak, M.Ag dan Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag dalam bukunya yang berjudul ILMU KALAM.

Yang saya rangkum dalam buku tersebut didapat bahwa sejarah awasl kemunculan ilmu kalam adalah karena persoalan-persoalan politik antara Muawiyyah bin Abu Sofyan dan Khalifah Ali bin Abi Thalib mengenai permasalahn kepemimpinan/kekhalifahan.

Persoalan tersebut diawali karena muawiyyah tidak menerima kepemimpinan Ali bin abi Thalib, yang berakhir pada peperangan, pihak muawiyyah meminta damai dan diadakan perjanjian. Namun, karena permintaan damai tersebut muncullah 2 kelompok, yaitu kelompok yang setuju bahwa ali berdamai dengan pihak muawiyyah dan kelompok lainnya tidak setuju jika ali menerima perdamaian tersebut dan melaksanakan perjanjian, kelompok yang kedua ini meminta khalifah Ali untuk menyelesaikan pepeerangannya tersebut. 
Perang tersebut  terjadi di tempat yang dinamakan Shiffin di daerah Suriah. Maka dari itu perang tersebut dinamakan perang Shiffin.

Dari perang shiffin tersebut menghasilkan perjanjian atau abritase/tahkim. Pada saat itu pelaksaanan perjanjian/abritase tersebut terjadi di bukit harura. Tedapat kelompok yang setuju menerima tahkim tersebut. 

Pada saat perjanjian tersebut, pihak Ali bin Abi Thalib menjadikan  Abu Musa al-Asy'ari sebagai wakil darinya untuk membuat perjanjian dengan wakil dari pihak muawiyyah yaitu Amr bin al-Ash (merupakan orang yang licik).

Inti isi perjanjian tersebut yang saya tahu dari penjelasan dosen dan dari buku itu, bahwa Ali akan diturunkan dari kekhalifahan dan muawiyyah juga turun dari jabatan sebagai gubernurnya. Namun, karena amr bin al-ash orang yang licik, ketika khalifah Ali sudah turun dari jawabannya sebagai khalifah, ia langsung menjadikan muawiyyah sebagai pengganti Ali.

Karena perbuatan yang licik tersebut, terpecah belahlah umat islam saat itu. Mereka yang pada awalnya tidak setuju jika Ali berdamai dengan pihak muawiyyah, mereka meninggalkan tempat tersebut. Dan kelompok yang setuju akan sikap khalifah Ali yang menerima perdamaian dan perjanjian tersebut, dinamakan kelompok Syi'ah/pengikut setia.

Kelompok yang keluar dari barisan Ali dinamakan khawarij. Kelompok ini menganggap bahwa la hukmu ilallah atau tidak ada hukum selain hukum dari Allah.

 Maka dari itu, menurut mereka orang-orang yang terlibat dalam tahkim seperti khalifah Ali, muawiyyah, Amr bin al-ash, Abu musa al-Asy'ari dan pasukan lainnya adalah pendosa besar, pendosa besar adalah kafir, menurut mereka pula orang yang pendosa besar adalah wajib dibunuh.

Jadi, inti dari sejarah awal kemunculan ilmu kalam adalah mengenai persolaan atau pertikaian politik antara muawiyyah dan khalifah Ali. Dan juga bisa dikatakan bahwa sejarah awal kemunculan ilmu kalam adalah mengenai siapa kafir dan siapa mukmin.

Dasar Qur'ani Ilmu Kalam


Dasar qur'ani ilmu kalam ada banyak, disini saya akan hanya memberi beberapa contohnya saja disertai dengan keterangan dari ayat tersebut.


  • Surat al-ikhlas(112):1-4 


قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ


1. "Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa."

اللَّهُ الصَّمَدُ

2. "Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu."

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

3. "Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan"

وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

4. "dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."

Keterangan: ayat diatas menjelaskan bahwa Dialah Tuhan yang satu-satunya, Allah tidak beranak dan tidak diperanakan dan tidak ada sesuatupun didunia ini yang sejajar dengan-Nya.

  • Surat ar-Rahman(55):27

وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

27. "Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan."

keterangan: ayat ini menjelaskan bahwa Allah mempunyai 'wajah' yang tidak akan rusak selama-lamanya. Namun, sepengetahuan saya wajah tersebut tidak bisa disamakan seperti wajahnya manusia. Dan kita juga tidak diperkenakan terlalu menanyakan seperti apa 'wajah' Allah. Cukup kita mengimaninya saja.

  • Surat ali 'Imran(3):83

أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ

83. "Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan".

Keterangan: ayat diataspula menjelaskan bahwa Allah adalah tempat kembalinya segala sesuatu, baik secara terpaksa maupun secara sadar.

  • Surat al-Fath(48):10

إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ ۚ فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَىٰ نَفْسِهِ ۖ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

"Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar."

Keterangan: Ayat tersebut menunjukkan bahwa Allah mempunyai 'tangan' yang selalu berada diatas orang-orang yang melakukan sesuatu, selama orang tersebut selalu berpegang teguh dengan janji Allah


Dan masih banyak dasar-dasar qur'ani lainnya yang membahas tentang ilmu kalam. Silahkan kalian cari didalam al-quran dan terjemahannya.

Sekian penjelasan mengenai Pengertian Ilmu Kalam, Sejarah Awal Kemunculan Ilmu Kalam dan Dasar Qur'ani Ilmu kalam.

Semoga artikel ini bermanfaat, jika ada yang salah dalam penulisan saya mohon maaf dan mohon kritikannya.

thanks for reading, guys!

Sumber Referensi:

  1. Rozak, Abdul dan Anwar Rosihon. 2016. Ilmu Kalam. Bandung:CV. PUSTAKA SETIA.
  2. http://tafsirq.com 

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Pengertian Ilmu Kalam, Sejarah Awal Kemunculan dan Dasar Qur'aninya."

  1. Ga sampe otak ku baca ini...pake nambah wawasan aja

    ReplyDelete

Silahkan Berkomentar Yang Sopan. Mohan Maaf Dilarang SPAM dan SARA.